Agribis
Vol. 5 No. 2 (2019)

ANALISIS DAYA SAING AGRIBISNIS BAWANG MERAH (Allium Cepa L.) Di Kabupaten Tulungagung

Yuniar Hajar Prasekti (Universitas Tulungagung)



Article Info

Publish Date
13 Oct 2018

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to measure the profitability of shallot farming financially and economically, to assess the competitiveness of shallot commodities against competitive advantage and comparative advantage. The research method used is using a comparative advantage approach and competitive advantage. Comparative advantage can be analyzed using the Domestic Resource Cost Ratio (DCRC) approach. The DCRC value can be obtained using the PAM (Policy Analysis Matrix) analysis method. Determination of the sample area is done by using multistage sampling based on the broadest sub-districts and commodity producing villages, namely Sumbergempol and Rejotangan Districts. The results showed that the yield of red onion farming calculated using the actual price received by farmers showed that the average income received was 220,000,000 while the expenditure was 49,560,000 and the profit earned was 170,420,000. Based on the results of the PAM analysis shows that financially and economically, onion farming in Tulungagung Regency is able to provide benefits. Based on the results of PAM analysis, it shows that financially and economically, onion farming in Tulungagung District has a competitive advantage and comparative advantage. R/C ratio shows that financially every rupiah the sacrificed farming costs can produce a profit of 3.44 rupiah per hectare of land.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat keuntungan usahatani bawang merah secara finansial dan ekonomi, untuk mengkaji daya saing komoditas bawang merah terhadap keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif. Keunggulan komparatif dapat dianalisis dengan pendekatan Domestic Resource Cost Ratio (DCRC). Nilai DCRC dapat diperoleh menggunakan metode analisis PAM (Policy Analysis Matrix) Penentuan daerah sampel dilakukan dengan cara menggunakan multistage sampling berdasarkan kecamatan dan desa penghasil komoditas bawang merah yang terluas yaitu Kecamatan Sumbergempol dan Kecamatan Rejotangan.Hasil penelitian menunjukkan hasil keuntungan usaha tani bawang merah yang dihitung dengan menggunakan harga aktual yang diterima oleh petani menunjukkan, bahwa rata-rata penerimaan yang diterima  sebesar  220.000.000 sedangkan pengeluaran  sebesar 49.560.000 dan keuntungan yang diperoleh adalah  170.420.000. Berdasarkan hasil analisis PAM menunjukkan bahwa secara finansial maupun ekonomis usahatani bawang merah di Kabupaten Tulungagung mampu memberikan keuntungan. Berdasarkan hasil analisis PAM menunjukkan bahwa secara finansial maupun ekonomis usahatani bawang merah di Kabupaten Tulungagung memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif.  R/C rasio menunjukkan bahwa secara finansial setiap rupiah biaya usahatani yang dikorbankan mampu menghasilkan keuntungan sebesar 3,44 rupiah per hektar lahan.

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

agribisnis

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Agribis diterbitkan oleh Fakultas Pertanian, Universitas Tulungagung. Menerima artikel ilmiah kajian tentang ekonomi pertanian dan ...