Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk melihat faktor eksternal penyebab kesulitan belajar matematikapada pembelajaran matematika kelas VIII di SMP Negeri 3 Ajangale. Subjek penelitian ini adalah enam orang siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Ajangale yang memperoleh nilai ulangan untuk materi statistika di bawah kriteria ketuntasan minimal. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah data mengenai faktor eksternal penyebab kesulitan belajar siswa diperoleh dari hasil pengisian angket dan wawancara. Analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Tiga faktor eksternal penyebab kesulitan belajar matematika yang akan diteliti adalah lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan teman sebaya. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh persentase untuk lingkungan sekolah, keluarga, dan teman sebaya berturut-turut sebesar 30%, 56,67%, dan 46,67%. Perbandingan persentase ketiga faktor eksternal menempatkan lingkungan keluarga jadi faktor yang sangat berpengaruh menyebabkan kesulitan belajar matematika. Kurangnya perhatian anggota keluarga dan tak terciptanya situasi belajar yang kondusif di rumah jadi alasan lingkungan keluarga jadi faktor paling berpengaruh penyebab kesulitan belajar matematika. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi itu adalah membangun komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan keluarga untuk memantau perkembangan akademik siswa. Perspektif orang tua bahwa perkembangan siswa jadi sepenuhnya tanggung jawab sekolah adalah perspektif keliru yang sudah harus diubah.
Copyrights © 2022