Sirwanti Sirwanti
Universitas Muhammadiyah Bone

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Deskripsi pedagogical content knowledge guru matematika SMK ditinjau dari perbedaan gender Sirwanti Sirwanti; Mulyadi Mulyadi; Muhammad Syafruddin
AN-NISA Vol. 13 No. 2 (2020)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v13i2.3992

Abstract

The differences of gender can be affect the ability pedagogical content knowledge of mathematics teachers. The purpose of this study is to find out the mathematics teacher's pedagogical content knowledge by gender. This type of research is qualitative descriptive. The subject consisted of one female teacher and one male teacher. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions or verification. The results of this study indicate that according to the two teachers have carried out mathematics learning well, have implemented existing learning models for students, have carried out assessments in accordance with aspects of the 2013 curriculum assessment. Both teachers lack the use of teaching aids during mathematics learning. Female teachers are more active during learning than male teachers. Female teachers are more aware of the material contained in the 2013 curriculum. For the whole, mathematics teacher's pedagogical content knowledge looks superior to female teachers compared to male teachers.Perbedaan gender dapat berpengaruh pada kemampuan pedagogical content knowledge guru matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pedagogical content knowledge guru matematika berdasarkan gender. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek terdiri dari satu guru perempuan dan satu guru laki-laki. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menurut kedua guru sudah melaksanakan pembelajaran matematika dengan baik, sudah menerapkan model-model pembelajaran yang ada kepada siswa dan sudah melakukan penilaian sesuai dengan aspek penilaian kurikulum 2013. Kedua guru kurang dalam penggunaan alat peraga saat pembelajaaran matematika. Guru perempuan lebih aktif pada saat pelaksanaan pembelajaran dibandingkan dengan guru laki-laki. Guru perempuan lebih paham mengenai materi yang ada dalam kurikulum 2013. Secara keseluruhan, pedagogical content knowledge guru matematika terlihat lebih unggul guru perempuan dibandingkan dengan guru laki-laki.
IMPLEMENTASI PHENOMENON-BASED LEARNING BERBASIS ETNOMATEMATIKA MABBILANG WETTU DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI DUA DIMENSI Sukmawati Sukmawati; Naimah Naimah; Sirwanti Sirwanti; Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar; Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar; Andi Nurannisa
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ame81326

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep geometri dua dimensi pada peserta didik sekolah dasar disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat abstrak dan minim mengintegrasikan konteks budaya lokal. Kondisi ini menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam mengenali bentuk, sifat, serta hubungan antarbangun datar secara bermakna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan Phenomenon-Based Learning berbasis etnomatematika Mabbilang Wettu untuk meningkatkan pemahaman konsep geometri dua dimensi peserta didik. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian sebanyak masing-mmasing 20 peserta didik dari kelas VI UPT SD Inpres 5/81 Tompong Patu dan UPT SD Inpres 5/81 Ponre-Ponre. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes pemahaman konsep matematika, angket, dan validasi ahli. Validator ahli terdiri atas ahli materi matematika, ahli media pembelajaran, dan ahli budaya Bugis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis etnomatematika Mabbilang Wettu memenuhi kriteria valid berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan ahli budaya dengan kategori valid hingga sangat valid. Implementasi pembelajaran juga menunjukkan kategori praktis berdasarkan respons positif guru dan peserta didik. Hasil efektivitas menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep geometri dua dimensi yang ditandai oleh peningkatan rata-rata hasil posttest dan nilai N-Gain 0,70 atau kategori tinggi. Temuan penelitian membuktikan bahwa integrasi simbol budaya Mabbilang Wettu melalui pendekatan Phenomenon-Based Learning mampu menciptakan pembelajaran geometri yang lebih kontekstual, bermakna, dan mendukung penguatan literasi budaya peserta didik.
EFEKTIVITAS MODEL SOLE BERBANTUAN GEOGEBRA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN COLLABORATIVE PROBLEM SOLVING MATEMATIS SISWA SMP Selvi Selvi; Sirwanti Sirwanti; Aspikal Aspikal
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/fdprer09

Abstract

Rendahnya kemampuan Collaborative Problem Solving (CPS) matematis siswa masih menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika. Pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru menyebabkan siswa kurang aktif dalam berdiskusi, mengeksplorasi ide, dan menyelesaikan masalah secara kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Self-Organized Learning Environment (SOLE) berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan Collaborative Problem Solving matematis siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi eksperimen dan desain Non-Equivalent Control Group Design. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Cenrana dengan sampel penelitian kelas VIII A sebagai kelas kontrol dan VIII B sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial melalui uji Mann–Whitney, uji N-Gain, effect size, serta indeks keefektifan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 89,33 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 56,86. Hasil uji Mann–Whitney memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kedua kelas. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,8204 berada pada kategori tinggi, sedangkan kelas kontrol sebesar 0,3464 berada pada kategori sedang. Selain itu, nilai effect size sebesar 0,698586 berada pada kategori besar dan indeks keefektifan sebesar 85,92 berada pada kategori sangat efektif. Dengan demikian, model pembelajaran Self-Organized Learning Environment (SOLE) berbantuan GeoGebra efektif dalam meningkatkan kemampuan Collaborative Problem Solving matematis siswa SMP.