Dalam belajar kimia, kemampuan pemecahan masalah sangat diperlukan, pembelajaran kimia pada peserta didik diharapkan tidak hanya untuk menguasai konsep tetapi juga menerapkan konsep yang telah mereka pahami dalam penyelesaian masalah kimia. Namun, pembelajaran dalam kelas cenderung menekankan pada penguasaan konsep dan mengesampingkan kemampuan pemecahan masalah kimia peserta didik. Pada pembelajaran kimia, kemampuan menyelesaikan masalah peserta didik masih tergolong rendah. Peserta didik mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan permasalahan yang kompleks. Maka penulis Menyusun analisis kemmapuan pemecahan masalah pada pembeljaran kimia dengan rumusan masalah: Bagaimana kemampuan pemecahan masalah yang dimiliki peserta didik dalam mengahadapi soal kimia? Bagaimana Tindakan yang harus dilakukan oleh guru untuk mengatasi kesulitan pemecahan masalah peserta didik dalam memecahkan soal kimia? Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Penelitian deskriptif kualitatif, dengan subyek Penelitian adalah siswa kelas XI IPA 3 SMAN 1 Karangnunggal denganĀ jumlah total 36 orangĀ siswa.Hasil penelitian menunjukkan hasil bahwa Peserta didik mengalami kesulitan belajar kimia dalam menyelesaikan permasalahan pada soal sebesar 32%, kesulitan memahami konsep dan rumus sebesar 26%, kesulitan menggunakan persamaan atau rumus dalam soal sebesar 18%, kesulitan menganalisis grafik dan gambar sebesar 17%, dan kesulitan menyimpulkan materi yang telah dipelajari sebesar 7%. Kesulitan tersebut terlihat ketika peserta didik memecahkan permasalahan pada soal kinematika serta suhu dan kalor. Peserta didik mengalami kesulitan pemecahan masalah kimia, diperoleh dari hasil angket, bahwa 76% peserta didik mengalami kesulitan dalam memecahkan permasalahan pada soal dengan alasan lupa atau tidak paham, sebesar 19% peserta didik kurang memahami solusi pemecahan masalah pada soal, dan sebesar 5% peserta didik mampu memecahkan permasalahan pada soal.
Copyrights © 2022