Pembelajaran di masa pandemi covid-19 diperlukan upaya untuk mengatasi learning loss, sebagai upaya untuk mengeliminasi dampak tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran hybrid . Penulisan ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran secara tatap muka dan secara jarak jauh secara langsung. Metode penelitian adalah research and development model ADDIE. Sumber data penelitian ini adalah peserta didik kelas 6 SDN Pulau Kelapa 02 Pagi tahun Pelajaran 2020/2021 dan terdapat dua peserta didik berkebutuhan khusus. Instrumen yang digunakan adalah observasi, wawancara dan tes kelayakan dengan subjek penelitian adalah guru dan peserta didik . Hasil penelitian diperoleh gambaran tentang kelayakan pengembangan model pembelajaran hybrid yang diterapkan di sekolah dasar bahwa model campuran ini layak diterapkan di jenjang SD yang menyelenggarakan pendidikan inklusif dengan memanfaatkan berbagai aplikasi seperti google classroom, zoom dan dilaksanakan dengan moda tatap muka secara langsung. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai efektivitas model hybrid dalam pembelajaran yang dapat mengurangi keterbatasan peserta didik dalam menerima pembelajaran di masa pandemi. Hasil kelayakan dari produk ini berdasarkan para ahli materi sebesar 87% yang termasuk ke dalam kategori “baik”, sedangkan uji kelayakan pada ahli media sebesar 91% yang termasuk ke dalam kategori “sangat baik”. Kesimpulan dari hasil penelitian dan pengembangan tersebut adalah penggunaan model pembelajaran hybrid dapat membantu peserta didik memahami konsep pembelajaran di masa pandemi dengan teknik campuran antara metode jarak jauh dan tatap muka secara bersamaan yang terdiri dari 50% peserta didik di rumah dan 50% peserta didik di sekolah.
Copyrights © 2022