Kebudayaan tradisional di daerah masih menyimpan kekayaan yang tidak terkirakan nilainya dan mampu mengangkat bangsa Indonesia ke tingkat kemajuan sama seperti bangsa-bangsa lain. Yang terpenting adalah sikap program secara turba untuk menyelidiki dan memanfaatkan kebudayaan tradisional adalah sebagai pilar pembangunan. Artinya pembangunan sekarang mesti mulai dari bawah, sama halnya bila mengatakan pembangunan yang mulai dari akar rumput. Sebagai ungkapan lain pembangunan yang dialogal, bermula dengan melibatkan masyarakat pinggiran. Salah satu ciri khas proyek pembangunan sekarang, adalah kecenderungan untuk menganggap masyarakat sebagai bejana kosong yang perlu diisi dan tidak menyadari bahwa setiap aktivitas yang diperkenalkan akan menggeser aktivitas asli yang sudah ada. Padahal aktivitas lama tersebut mungkin saja penting dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidup penduduk bersangkutan. Demikianlah kebudayaan dalam bentuk perbuatan manusia, seperti misalnya cara ia memahami kematian dan membuat upacara-upacara sekitar peristiwa kematian, atau cara ia menghayati kelahiran, seksualitas, mengolah makanan, sopan santun sewaktu makan, ilmu pengetahuan agama dan sebagainya. Di sini menjadi kentara bahwa pertanian, peternakan, ekspresi kesenian dan mitos-mitos religus yang merupakan keseluruhan kebudayaan manusia yang tidak dapat dibagi-bagi menurut macam-macam kota yang terpisah.
Copyrights © 2022