Banyak tragedi kemanusiaan yang muncul akibat ektsrimisme beragama. Tulisan ini berupaya menjelaskan dan memberikan argumen bahwa akar dari persoalan ekstrimisme agama terletak pada kegagalan dalam mengenal esensi agama dan kesataraannya dengan kemanusiaan itu sendiri. Dalam konteks Islam, melalui hermeneutika Mulla Shadra tulisan ini berupaya menjelaskan bahwa Al-Qur’an, manusia dan alam merupakan tiga aspek dari realitas eksistensi yang tunggal. Pengenalan ini membawa ketiganya pada puncak dimensi sakral dan perenialnya sehingga dapat mengantisipasi ekstrimisme keagamaan dari sisi genealogi kesadarannya. Pendekatan hermeneutika filosofis menjadi jalan kontemplasi penalaran tulisan ini yang merupakan perpaduan antara metodologi Henry Corbin dan Mulla Shadra.
Copyrights © 2022