Penutupan kegiatan ibadah di gedung gereja pada masa Covid-19 telah mendorong gereja untuk mentransformasi model ibadahnya. Ibadah minggu tradisional yang bertempat di gedung gereja telah beralih menjadi ibadah digital. Pada hakikatnya, transformasi model ibadah minggu tradisional menjadi digital tidak selalu cocok digunakan, apabila melihat konteks dan teks di mana sebuah gereja itu berada. Salah satu gereja di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yaitu jemaat GKE Sei Gohong justru menerapkan model ibadah minggu rumah seperti gereja mula-mula dan bukan ibadah digital. Tulisan ini adalah hasil penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif dan data yang dihasilkan dianalisis melalui teologi kontekstual dengan pendekatan multitekstual. Saya berpendapat bahwa model ibadah minggu yang kontekstual tidak selalu mengikuti tren ibadah digital tetapi ibadah kontekstual adalah sebuah ibadah multikontekstual yang selalu mengadaptasi multiteks yang ada sebagai multikonteks yang secara dinamis bergerak di sekitarnya sebagai konteks dari sebuah gereja lokal.
Copyrights © 2022