PeduliLindungi adalah aplikasi untuk mengurangi skala infeksi COVID-19 di Indonesia. Aplikasi PeduliLindungi dinilai sebagai pembaharuan inovasi berupa aplikasi yang dapat menjadi media komunikasi satu atap untuk penyampaian informasi umum terkait COVID 19 secara terkendali dan transparan. Namun, ternyata banyak pengguna lansia yang kesulitan menggunakannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan pengguna aplikasi usia lanjut. Inti permasalahan disini terkait inovasi pemerintah mengenai penggunaan aplikasi PeduliLindungi, literasi teknologi lansia yang rendah. Peneliti menganalisis implementasi komunikasi aplikasi PeduliLindungi antara warga lanjut usia di Kota Cimahi dalam kaitannya dengan keputusan inovasi dalam lima tahap, yaitu: tahap pengetahuan, tahap persuasi, tahap pengambilan keputusan, tahap implementasi dan tahap konfirmasi. Teori yang digunakan penelitian kali ini merupakan teori difusi inovasi yang menurut Everett M. Rogers adalah penyebaran inovasi dalam arti proses dimana ide dan gagasan baru ditransmisikan ke sistem sosial dan perubahan perilaku terjadi di masyarakat. Hasil yang diperoleh berfokus pada hasil yang dirasakan oleh pengguna yang lanjut usia ketika selama menggunakan aplikasi PeduliLindungi agar dapat menemukan hubungan antara subjek dan objek penelitian. Berdasarkan hasil penelitian wawancara, terdapat 12 informan menunjukkan sikap penolakkan dan 7 informan lainnya menunjukan sikap menerima terhadap adanya aplikasi Peduli Lindungi.
Copyrights © 2022