Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan hasil belajar siswa pada materi Larutan Penyangga menggunakan model pembelajaran guided inquiry learning dan guided discovery learning. Populasi merupakan seluruh siswa kelas XI Mipa Sman 1 Tigo nagari dengan jumlah populasi 125 siswa dan sampel 63 siswa, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan Randomized Control-Group Pretest-Posttest Design diperluas. Desain penelitian dibagi menjadi dua kelas yaitu kelas eksperimen I dan eksperimen II. Kelas eksperimen I diajarkan dengan model guided inquiry learning dan kelas eksperimen II diajarkan dengan model guided discovery learning. Pengumpulan data menggunakan metode tes dan nontes. Metode tes yang digunakan adalah soal tes hasil belajar kognitif siswa dan metoded nontes berupa observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh setelah penelitian dilakukan uji N-gain, uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan rata-rata peningkatan hasil belajar siswa dikelas eksperimen I (54) lebih tinggi dibandingkan kelas eksperimen II (46). Data yang diperoleh normal dan homogen, selanjutnya dilakukan uji hipotesis sehingga diperoleh thitung (2,65) > ttabel (1,99962) pada α = 0,05 menunjukkan hipotesis diterima. Dapat disimpulkan bahwa model guided inquiry learning lebih dapat meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan model guided discovery learning.
Copyrights © 2022