Belajar fisika menekankan pada dua segi keaktifan, yaitu aktif bertindak secara fisik atau hands-on dan aktif berpikir atau minds-on. Praktikum dalam pembelajaran fisika sangat penting dalam rangka mendukung pembelajaran dan memberikan penekanan pada aspek proses dan hands-on. Penyebaran dan penularan COVID-19 semakin hari semakin tidak terkendali, sehingga memaksa Pemerintah meniadakan kegiatan pembelajaran tatap muka diganti dengan pembelajaran daring. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi komputer dalam pembelajaran fisika adalah pengembangan virtual laboratory. Model pengembangan virtual laboratory menggunakan Research and Development (R & D). Subjek penelitian adalah 30 mahasiswa prodi pemeliharan mesin Politeknik Negeri Ketapang. Tujuan Penelitian adalah menguji efektivitas media pembelajaran virtual laboratory untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep mahasiswa dalam pembelajaran daring. Instrumen penelitian yang digunakan adalah aplikasi virtual laboratory, angket keterbacaan produk, dan perangkat pembelajaran matakuliah fisika dasar. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan uji efektivitas software virtual laboratory pada kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan hasil uji efektivitas penggunaan virtual laboratory dalam pembelajaran fisika mahasiswa prodi pemeliharaan mesin didapatkan nilai Post-test kelas control adalah sebesar 45,5 dan hasil post-test kelas eksperimen sebesar 70,5. Perbedaan hasil Post-test pada kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan terdapat perbedaan hasil dari perlakuan virtual laboratory.
Copyrights © 2022