Kulit bawang merah (Allium cepa L. ) yang kurang termanfaatkan memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti. Senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai repellent yaitu senyawa flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sediaan spray ekstrak kulit bawang merah efektif sebagai repellent dalam pengendalian vektor nyamuk Aedes aegypti dan untuk mengetahui pada konsentrasi berapa ekstrak kulit bawang merah yang efektif untuk dibuat dalam sediaan spray sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti. Ekstraksi kulit bawang merah menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% sebanyak 3L hasil ekstraksi kulit bawang merah sebanyak 28 gram dengan rendemen 18,66%. Evaluasi sediaan spray ekstrak kulit bawang merah meliputi uji pH, uji kejernihan, bobot jenis dan uji iritasi memenuhi persyaratan sehingga aman untuk digunakan. Sediaan spray ekstrak kulit bawang merah pada konsentrasi 5% sudah memiliki efektivitas sebagai repellent terhadap nyamuk Aedes aegypti pada 30 detik pertama dengan nilai daya proteksi 97,5% tetapi setalah 6 jam daya proteksi berkurang dengan hasil 71,20%.
Copyrights © 2022