Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dari program tersebut dalam menciptakan profesionalitas calon guru sekolah dasar. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian menggunakan sampel kecil yang terdiri dari 13 mahasiswa (kelas VIB3) dan ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Data profesionalitas calon guru ditinjau dari 4 asepk yaitu profesional, pedagogik, kepribadian dan sosial. Data ini dikumpulkan pada saat proses belajar mengajar selama 16 kali pertemuan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi yang skornya mengacu pada skala Likert. Skor yang diperoleh masing-masing mahasiswa dianalisis secara deskriptif untuk menentukan derajat penguasaan dengan nilai 0 – 100. Derajat penguasaan ini menjadi ukuran profesionalitas mahasiswa calon guru. Nilai kuantitatif tersebut kemudian dikonversi menjadi nilai kualitatif A, B+, B, C+, C, D+, D dan E, di mana masing-masing nilai tersebut diinterpretasi menjadi 5 kategori yaitu: (1) A menjadi sangat baik, (2) B+ dan B menjadi baik, (3) C+ dan C menjadi cukup, (4) D+ dan D menjadi kurang dan (5) E menjadi sangat kurang. Kami menemukan bahwa mahasiswa calon guru memiliki derajat penguasaan yang berkisar dari angka 87.76 sampai dengan nilai 97.25. Jika dikonversi, maka nilai semua mahasiswa calon guru adalah A, di mana kategorinya sudah mencapai sangat baik. Dari data ini kami menyimpulkan bahwa aktivitas belajar-mengajar pada kelas ramping efektif dalam menciptakan profesionalitas calon guru sekolah dasar.
Copyrights © 2022