Air bersih adalah permasalahan yang masih terus dihadapi oleh masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan bergambut. Sumber air bersih yang diandalkan adalah air hujan, yang menjadi sangat terbatas ketersediaannya ketika musim kemarau. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji lebih mendalam filtrasi membran secara simulasi dan eksperimental. Metode yang digunakan adalah simulasi dan eksperimental. Hasil penelitian pengaruh koagulan Tawas dan variasi filtrasi menurunkan kekeruhan dan kandungan zat organik. Penambahan jumlah filter yang semakin banyak meningkatkan kejernihan hasil filtrasi pada konsentrasi koagulan yang tetap. Banyaknya aliran yang berbalik arah ketika menyentuh permukaan filtrasi menyebabkan zat organik menyebar atau terdispersi sehingga munculnya gerak brownian yang mengakibatkan zat organik lebih efektif untuk melewati filter. Susunan 5 filter formasi CBACB dengan koagulan 140 mg menghasilkan nilai kekeruhan dan kandungan zat organik yang terendah.
Copyrights © 2021