Madrasah di tengah pemukiman masyarakat Nasrani merupakan kondisi “spesial”. Dibutuhkan dukungan dari pemerintah dan masyarakat. Kondisi inilah yang terjadi pada awal berdirinya Madrasah Ibtidayyah Negeri 2 Tanah Toraja. Mendirikan sekolah berciri Islam, terutama di daerah minoritas muslim bukan perkara mudah. Diperlukan perjuangan, kerja keras, dan tekad yang kuat. Studi ini berusaha menguak masa lalu sekolah tersebut. Dibangun pada tahun 1969, tidak lantas membuatnya menjadi sekolah yang diterima seluruh lapisan masyarakat. Berbagai macam penolakan menjadi pengiring dalam membangun sekolah tersebut. Namun pada akhirnya Madrasah Ibtidayyah menjadi simbol pluralitas dalam masyarakat Salubarani Tanah toraja. Bahwa keberagaman bukanlah menjadi penghalang dalam memanusiakan manusia dan membangun pendidikan. Artikel ini menggunakan metode penelitian sejarah lisan dengan teknik wawancara, pengamatan langsung dan penelusuran dokumen madrasah.
Copyrights © 2022