Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya kemunculan tempat-tempat kuliner dengan nama-nama unik di tengah kehidupan masyarakat urban yang heterogen dan dinamis. Masyarakat urban adalah kelompok masyarakat yang hidup di perkotaan dengan segala karakteristik yang berbeda dari masyarakat pedesaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pemilihan diksi pada penamaan tempat kuliner sebagai penarik minat masyarakat urban. Teori yang melandasi penelitian ini berkaitan dengan pemilihan diksi, sosiolinguistik, dunia kuliner, dan pola kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang cukup signifikan dengan pemilihan diksi pada penamaan tempat kuliner terhadap minat dan ketertarikan masyarakat urban. Masyarakat urban cenderung dinamis dan inovatif, oleh karena itu mereka selalu membutuhkan hal-hal baru demi memenuhi kebutuhan batin mereka sendiri.dapat disimpulkan bahwa pemilihan diksi pada penamaan tempat kuliner memang mampu menarik minat masyarakat urban. Temuan tempat kuliner dengan nama seperti ceker setan, mie nampol, makaroni ngehe, seblak seuhah, bakso gunung merapi meletus, baso pelakor, sop janda, tahu pocong, spatula dower, mie gledek, baso mercon, baso beranak, boci hot jeletot mojrot, keripik kaca dan perkedel bondon juga merupakan tanda adanya inovasi dalam dunia kuliner zaman sekarang.
Copyrights © 2022