Industri mebel di Kecamatan Kedung memiliki persebaran spasial yang terkonsentrasi di bagian utara sesuai dengan arahan sentra kawasan industri di Kabupaten Jepara. Konsentrasi spasial membentuk aglomerasi yang berpotensi mendapatkan keuntungan-keuntungan tertentu dari kerja sama antar industri yang saling berdekatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik industri mebel yang teraglomerasi di Kecamatan Kedung. Analisis tetangga terdekat (Average Nearest Neighbor, ANN) digunakan untuk mengetahui konsentrasi spasial industri mebel dan mendeliniasi kawasan mikro untuk dibahas lebih detail mengenai karakteristik dan keuntungan industri mebel teraglomerasi dengan menggunakan statistika deskriptif. Karakteristik industri mebel pada kawasan mikro terdiri dari industri kecil dan industri rumah tangga, yang melakukan proses terpisah setiap industrinya, diantaranya pemotongan kayu bulat, pembuatan komponen, perakitan mebel setengah jadi, dan pengepulan. Keuntungan aglomerasi yang didapat pada industri mebel di Kecamatan Kedung diantaranya lokalisasi pasar dan bahan baku, keuntungan tenaga kerja dari pengelompokkan asal tenaga kerja yang dekat dengan kawasan industri, keuntungan skala ekonomi dari meningkatnya omset dan meluasnya jangkauan pemasaran, serta limpahan pengetahuan dari kerja sama pertukaran informasi dan keterampilan. Sementara itu, keuntungan yang tidak didapat pada aglomerasi industri mebel Kecamatan Kedung adalah jenis keuntungan fasilitas dan keuntungan alam.
Copyrights © 2022