Penelitian hubungan efikasi diri dengan kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 31 Semarang ini dilatar belakangi oleh kurangnya rasa percaya akan kemampuan diri sendiri dan kurangnya kemandirian belajar yang dimiliki siswa sehingga menghambat proses pembelajaran dan nilai akademik siswa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana kondisi efikasi diri siswa kelas VIII SMP Negeri 31 Semarang ? 2) Bagaimana kondisi kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 31 Semarang ? 3)Apakah ada hubungan efikasi diri dengan kemandirian belajar pada kelas VIII SMP Negeri 31 Semarang ? Tujuan yang hendak di capai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi efikasi diri dan kemandirian belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 31 Semarang dan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan kemandirian belajar pada kelas VIII SMP Negeri 31 Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode ex-post facto. Populasi data penelitian ini sejumlah 172 siswa, meliputi kelas VIII A, VIII B, VIII C, VIII D, VIII E, VIII F, VIII G, VIII H. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 118 yang diambil dengan teknik propotional random sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala efikasi diri dan skala kemandirian belajar. Berdasarkan hasil dari penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan efikasi diri dengan kemandirian belajar siswa. Maka hal ini berarti semakin tinggi efikasi diri maka semakin tinggi pula kemandirian belajar, sebaliknya semakin rendah efikasi diri maka semakin rendah pula kemandirian belajar.Â
Copyrights © 2022