Artikel ini memaparkan pengaruh nilai tukar dan inflasi pada kestabilan moneter. Fluktuasi nilai tukar yang besar mengharuskan bank sentral untuk lebihfleksibel dalam menetapkan target inflasi. Kestabilan kondisi moneter ditujukan untuk dapat membantu membuat proyeksi usaha sehingga kepastian usahanya lebih terjamin. Studi ini menggunakan permodelan yang dikembangkan olehJoseph et. al. (1999) dan analisis ekonometrika untuk mencari pengaruh timbal balik antara nilai tukar dan inflasi serta menentukan faktor-faktor mana yang paling dominan mempengaruhi keduanya. Hasil studi ini menujukkan bahwa peubah nilai tukar, jumlah uang beredar, inflasi di luar negeri, dan harga beras berpengaruh positif dengan inflasi di dalam negeri. Selain itu pemilihan rezim nilai tukar free floating akan sangat berdampak pada semakin terbukanya gejolak nilai tukar terhadap kekuatan pasar yang lebih besar sehingga Bank Indonesia perlu menyiapkan instrumen pengendalian moneter yang lebih kuat dan sebelumnya, misalnya operasi pasar terbuka pada valuta asing. Kata Kunci: nilai tukar, inflasi, kestabilan moneter.
Copyrights © 2002