Penyebab utama kasus kecacingan di Indonesia adalah Ascaris lumbricoides. Sehingga diperlukan pemeriksaan berupa identifikasi dalam menanggulangi kasus kecacingan ini, salah satu medianya yaitu dengan melakukan teknik pewarnaan. Metode umum yang digunakan dalam pemeriksaan telur cacing selama ini menggunakan reagen eosin 2%. Hematoksilin eosin merupakaan zat warna yang umumnya digunakan pada pewarnaan jaringan yang akan menghasilkan warna biru terang pada inti sel dan warna merah pada sitoplasma. Hematoksilin eosin adalah gabungan dari dua zat warna yang bersifat asam dan basa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan zat warna Hematoksilin eosin dengan metode natif dalam mengidentifikasi telur cacing Ascaris lumbricoides dan melihat kejelasan morfologi telur cacing. Hasil penelitian yang didapat dari 5 kali pengulangan menunjukkan bahwa Hematoksilin eosin dapat membedakan antara telur cacing dan kotoran disekitarnya dan memberikan hasil yang jelas terhadap lapisan morfologi telur cacing Ascaris lumbricoides dengan lapisan albumin yang bergelombang berwarna ungu tua, hialin berwarna ungu muda, vitelin berwarna ungu tua dan morulla berwarna kecoklatan. Hal ini dapat disimpulkan bahwa identifikasi telur cacing Ascaris lumbricoides dapat dilakukan dengan pewarnaan Hematoksilin eosin.
Copyrights © 2022