Moringa oleifera mengandung vitamin A, B, dan C, kalsium, kalium, besi, dan protein, dalam jumlah yang sangat tinggi yang mudah dicerna dan dieliminasi oleh tubuh manusia. Moringa mengandung senyawa fitosterol diantaranya campesterol, stigmasterol dan β-sitosterol yang bersifat laktagogum yang dapat meningkatkan produksi ASI. Subjek penelitian adalah ibu yang menyusui kurang dari 7 hari yang dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama menerima teh Moringa oleifera dengan dosis 3800 mg. kelompok kedua tidak diberikan teh Moringa oleifera. Setiap kelompok masing-masing terdiri dari 5 ibu primigravida dan 10 ibu multigravida. Pada hari ketiga dan hari keenam dilakukan observasi dengan menggunakan kuesioner dan mengukur produksi ASI dengan pompa ASI. Penelitian ini adalah penelitian true eksperimen dengan jenis sampel Non Probability Sampling berupa teknik Purposive Sampling. Analisis statistik menggunakan uji Chi-Square dengan hasil ρ = 0.003 dengan taraf 0,05 yang berarti ρ=0,003 <0,05 yang berarti ada hubungan antara pemberian moringa oleifera terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui kurang dari 7 hari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara pemberian moringa oleifera terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui kurang dari 7 hari yang berarti H1 diterima dan H0 ditolak.
Copyrights © 2022