Keberhasilan pengajaran kimia juga dipengaruhi oleh besarnya partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Makin aktif siswa mengambil bagian dalam kegiatan pembelajaran, makin berhasil kegiatan pembelajaran tersebut. Pada kenyataannya, kondisi awal yang penulis temukan di sekolah adalah hasil belajar mata pelajaran kimia pada siswa kelas X, semester 1 Kompetensi Kejuruan MIPA, SMAN 2 Trenggalek, rendah (dibawah KKM). Sementara itu,dari hasil ulangan mid-semester, hasil belajar mereka hanya sebesar 42,42% yang berhasil mencapai batas KKM (KKM =7.5), rata-rata nilai mid semester 68,48. Melihat data aktivitas dan hasil belajar siswa yang demikian rendah tersebut jelas hal itu mengindikasikan adanya permasalahan serius dalam kegiatan pembelajaran yang harus segera dicarikan pemecahannya. Untuk mengatasi temuan di sekolah, perlu diupayakan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk membuat pembelajaran lebih aktif. Salah satu metode yang dapat digunakan pada pembelajaran Kimia adalah metode inquiry. Dari hasil penelitian tindakan kelas di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar bidang studi KIMIA sebelum siklus diperoleh nilai rata-rata : 68,48, siklus I diperoleh nilai rata-rata : 74,85 dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi : 93,64. Sedangkan untuk ketuntasan belajar siswa pada sebelum siklus diperoleh prosentase sebesar 42,42%, siklus I sebesar 69,70%, dan pada siklus II sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan Metode Inquiry dapat meningkatkan prestasi belajar bidang studi Kimia pada siswa Kelas X-MIPA4 SMA Negeri 2 TrenggalekSemester I Tahun Pelajaran 2019/2020 secara signifikan.
Copyrights © 2022