Penerapan tegangan tinggi pada saluran transmisi dapat menimbulkan permasalahan, yaitu adanya gejala korona. Fenomena korona dapat menyebabkan terjadinya rugi-rugi daya korona pada saluran transmisi tegangan tinggi. Terjadinya korona dipengaruhi oleh kerapatan udara relatif, kondisi cuaca, jari-jari dan jarak antar kawat penghantar, tegangan kawat, dan tegangan disruptif kritis. Dalam penelitian ini dibahas mengenai rugi-rugi daya listrik akibat korona pada SUTT 150 kV antara GI Harapan Baru-GI Tengkawang di Kalimantan Timur dengan menggunakan formula Peek’s. Berdasarkan hasil perhitungan untuk tahun 2018 diperoleh nilai rugi-rugi daya korona rata-rata tertinggi sebesar 7,234 kW dan nilai rugi-rugi daya korona terendah sebesar 4,11 kW. Ditinjau dari aspek ekonomi rugi-rugi daya korona tersebut adalah sama dengan tertinggi sebesar Rp 2.369.774 per hari dan terendah sebesar Rp 1.346.640/hari.
Copyrights © 2022