Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah infeksi akut saluran pernapasan atas dan bawah akibat virus, bakteri, jamur, maupun aspirasi, yang menyebabkan 20%-30% mortalitas pada balita. Faktor risiko morbiditas dan mortalitas pada balita meliputi malnutrisi, berat badan lahir rendah, asupan ASI kurang, lahir kurang bulan, kepadatan hunian, status sosio-ekonomi rendah, imunisasi tidak lengkap, dan pajanan asap rokok dan kendaraan. Namun, belum ada penelitian mengenai hal ini di Maluku Utara. Maka pada penelitian ini ingin mengetahui karakteristik balita penderita ISPA di Puskesmas Kalumata Kota Ternate. Pada penelitian observasional deksriptif ini, data terkait diperoleh dari kuesioner dan rekam medis pasien yang dilakukan pada bulan Desember 2021. Dari 100 penderita, 86% terdiagnosis common cold, 53% perempuan, 46% berusia 1-3 tahun, 85% berat badan lahir 2500-4000 gram, 69% berstatus gizi baik, 67% berstatus imunisasi campak dan DPT lengkap, 70% menerima suplemen vitamin A lengkap, 59% mendapat ASI, 73% bermukim di hunian tidak padat, dan 74% terpajan asap rokok. Karakteristik balita penderita ISPA di Puskesmas Kalumata adalah balita penderita common cold, perempuan, usia 1-3 tahun, berat badan lahir 2500-4000 gram, status gizi baik, berstatus imunisasi campak dan DPT lengkap, menerima suplemen vitamin A, mendapat ASI, bermukim di hunian tidak padat, dan terpajan asap rokok.
Copyrights © 2022