Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya berita bohong di media sosial dan internet yang bermaksud untuk memecah belah integrasi bangsa dan mengoyak perilaku dalam menjalankan ajaran islam, hal itu menjadi sumber dari radikalisme yang terus tumbuh dan menjamur dalam kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyikapi perbedaan dalam islam sebagai wujud toleransi umat beragama. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saat ini penggunaan internet menjadi kebutuhan utama masyarakat. Oleh karena itu, literasi beragama dengan internet adalah bagian yang tidak boleh dinihilkan dalam kehidupan beragama, sehingga ada kontrol yang bisa dijadikan sebagai rujukan oleh masyarakat dalam memahami agar tidak tersesat dengan aliran yang dilarang oleh agama. Karena berita bohong atau hoax di media sosial dan internet tidak jarang bermaksud untuk memecah belah integrasi bangsa dan mengoyak ajaran agama, hal itu menjadi sumber dari radikalisme yang terus tumbuh dan menjamur dalam kehidupan masyarakat digital.
Copyrights © 2022