Peranakan Etawah berdasarkan umur telah dilaksanakan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan dengan mengamati kualitas semen segar yang meliputi; volume, konsentrasi, motilitas individu, total spermatozoa motil dan jumlah spermatozoa yang di dapat dari 8 pejantan yang telah diklasifikasikan menjadi 4 kelompok berdasarkan umur 1-2, 3-4, 5-6 dan > 6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur pejantan tidak memberi pengaruh nyata terhadap volume semen, tetapi. berpengaruh nyata terhadap motilitas individu, konsentrasi, jumlah spermatozoasemen, dan berpengaruh sangat nyata terhadap total spermatozoa motil. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa semakin tua umur kambing PE, maka makin turun kualitas semen dengan kualitas semen yang terbaik pada umur 3-4 tahun. Dari hasil penelitian dapat disarankan penggunaan pejantan umur 3-4 tahun untuk mendapatkan kuantitas dan kualitasĀ semen yang baik.
Copyrights © 2013