AGRISE
Vol 9, No 1 (2009)

Manajemen Rantai Pasokan Dan Analisis Benchmark Eksternal Pada Waralaba Magfood Red Crispy

Rini Dwi Astuti (Department of Agricultural Socio-Economics, Agriculture Faculty, Brawijaya University)
Nida Mulyawaty Maarthen (Universitas Brawijaya)
Mirna Elok Anggraini (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Jan 2009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kemitraan berdasarkan manajemen rantai pasokan antara franchisor dan franchisee, untuk menganalisis kinerja fungsi persediaan pada usaha waralaba MRC dan melakukan analisis benchmark eksternal pada usaha waralaba MRC dengan mitra benchmarkingnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Aliran produk sebagai faktor utama fungsi persediaan lebih banyak terjadi pada tahapan awal kegiatan usaha waralaba MRC, dimana franchisee membutuhkan bantuan franchisor untuk mengirimkan barang-barang yang digunakan untuk melangsungkan usaha waralaba MRC, sementara pada tahap tindak lanjut dan tahap akhir, aliran yang lebih banyak terjadi adalah aliran informasi dan aliran uang (2) Kinerja fungsi persediaan usaha waralaba MRC adalah tingkat perputaran persediaan MRC mencapai angka 78 selama tahun 2005, meningkat menjadi 95 di tahun 2006. Artinya untuk dapat beroperasi dalam setahun, franchisee melakukan 78 kali pembelian produk bumbu makanan cepat saji MRC dan mengalami peningkatan menjadi 95 kali, seiring dengan profit yang diterima outlet MRC pada tahun 2006. Kinerja variabel tingkat perputaran persediaan meningkat sebesar +17. Kinerja persediaan MRC pada variabel suplai harian persediaan pada tahun 2005 adalah 4,25 hari, dimana franchisee membutuhkan waktu 4,25 hari agar persediaan produk jadi dapat habis terjual kepada konsumen. Pada tahun 2006, suplai harian persediaan meningkat menjadi 3,7 hari, dimana franchisee semakin cepat dalam menjual persediaan produk jadi kepada konsumen sebesar +0,55 hari. Sementara pada tingkat fill rate (pemenuhan jumlah produk setengah jadi/produk bumbu makanan cepat saji MRC yang diminta oleh franchisee kepada franchisor) mengalami peningkatan kinerja pada tahun 2006 dari fill rate 93,33% menjadi 95,83%.   (3) Mitra benchmarking memiliki kinerja persediaan yang lebih baik daripada MRC. Hal ini dapat dilihat dari data yang dikumpulkan dari internet bahwa sejak tahun 2005, tingkat perputaran persediaan mitra benchmarking MRC adalah 105,93 meningkat ke 113,33 pada tahun 2006. Suplai harian persediaan meningkat dari 0,36 menjadi 0,2 dan tingkat pemenuhan permintaan franchisee kepada franchisor meningkat dari 97% pada tahun 2005 menjadi 98,89% pada tahun 2006.   Kata kunci: Manajemen Rantai Pasok, Waralaba

Copyrights © 2009






Journal Info

Abbrev

AGRISE

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Economics, Econometrics & Finance

Description

AGRISE adalah Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian yang berada di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berupa hasil penelitian, studi kepustakaan maupun tulisan ilmiah terkait. Jurnal ini diterbitkan pertama kali pada tahun 2001 oleh Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian FPUB. Pada tahun ...