Jurnal Kesehatan
Vol 15 No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN

PERBANDINGAN PREVENTIF ANALGESIA IBUPROFEN 800 MG KOMBINASI DEXAMETHASONE 10 MG INTRAVENA TERHADAP INTENSITAS NYERI PASCABEDAH DEKOMPRESI DAN STABILISASI POSTERIOR

Sukriyah Ambarwati Darise (Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin/RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia)
Alamsyah Ambo Ala (RSUD Khusus Dadi, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia)
Syafruddin Gaus (Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin/RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia)



Article Info

Publish Date
12 Dec 2022

Abstract

Pendahuluan: Nyeri pascabedah pada pasien yang menjalankan operasi dekompresi dan stabilisasi posterior tulang belakang akut dengan derajat nyeri sedang hingga berat. Pemberian preventif pada pasien menjalankan operasi dekompresi dan stabilisasi posterior tulang belakang diberikan ibuprofen kombinasi dexamethasone intravena dan belum ada yang melakukan penelitian dengan memakai ibuprofen kombinasi dexamethasone intravena. Tujuan penelitian ini adalah pemberian preventif ibuprofen 800 mg kombinasi deksametasone 10 mg dan ibuprofen 800 mg dalam menurunkan intensitas nyeri pasien pascabedah dekompresi dan stabilisasi posterior. Metode: Desain penelitian single blind randomized experimental clinical trial yang dilakukan di RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo mulai bulan Juni-September 2021 yang dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok A (Ibuprofen 800 mg + Dexamethasone 10 mg) sebanyak 13 pasien, dan kelompok B (Ibuprofen 800 mg) 13 pasien yang menjalani prosedur bedah dekompresi dan stabilisasi posterior dengan anestesi umum. Berdasarkan jenis dan bentuk data yang didapatkan kemudian ditentukan metode uji statistik untuk analisa derajat nyeri dan kebutuhan opioid fentanyl menggunakan uji t-group dengan menggunakan SPSS 23. Hasil dinilai bermakna jika nilai p <0.05. Data ditampilakn dalam bentuk frekuensi (n) dan presentase diuji dengan Mann-Whitney. Variable numerik disajikan dalam bentuk rerata ± simpang baku (mean±SD) dan diuji dengan Uji t-group (uji parametrik) jika memenuhi syarat (distribusi normal, varian sama). Hasil: Ditemukan perbedaan yang bermakna NRS diam dan NRS gerak pada waktu pengukuran 2 jam, 6 jam, 12 jam, dan 24 jam pascabedah antara kelompok ibuprofen 800 mg kombinasi dexametasone 10 mg dan ibuprofen 800 mg (p<0,05). Ibuprofen 800 mg kombinasi dexamethasone 10 menurunkan penggunaan opioid fentanyl 59 % dibandingkan kelompok ibuprofen 800 mg. Diskusi: Ibuprofen 800 mg intravena kombinasi dexamethasone 10 mg dapat menurunkan NRS diam dan gerak pada pembedahan dekompresi dan stabilisasi posterior tulang belakang, sesuai dengan temuan pada penelitian-penelitian sebelumnya. Kesimpulan: Preventif analgesia ibuprofen 800 mg kombinasi dexamethasone 10 mg menurunkan intensitas nyeri pada pasien pascabedah dekompresi dan stabilisasi posterior tulang belakang.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

kesehatan

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Jurnal Kesehatan is an academic journal that publishes medical and health scientific articles. We regularly publish the issues in June and December. The journal accepts research-based papers, literature/health research regarding of pharmacy, nursing public science and midwifery. This journal ...