This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan
Sukriyah Ambarwati Darise
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin/RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERBANDINGAN PREVENTIF ANALGESIA IBUPROFEN 800 MG KOMBINASI DEXAMETHASONE 10 MG INTRAVENA TERHADAP INTENSITAS NYERI PASCABEDAH DEKOMPRESI DAN STABILISASI POSTERIOR Sukriyah Ambarwati Darise; Alamsyah Ambo Ala; Syafruddin Gaus
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 2 (2022): JURNAL KESEHATAN
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/kesehatan.v15i2.27763

Abstract

Pendahuluan: Nyeri pascabedah pada pasien yang menjalankan operasi dekompresi dan stabilisasi posterior tulang belakang akut dengan derajat nyeri sedang hingga berat. Pemberian preventif pada pasien menjalankan operasi dekompresi dan stabilisasi posterior tulang belakang diberikan ibuprofen kombinasi dexamethasone intravena dan belum ada yang melakukan penelitian dengan memakai ibuprofen kombinasi dexamethasone intravena. Tujuan penelitian ini adalah pemberian preventif ibuprofen 800 mg kombinasi deksametasone 10 mg dan ibuprofen 800 mg dalam menurunkan intensitas nyeri pasien pascabedah dekompresi dan stabilisasi posterior. Metode: Desain penelitian single blind randomized experimental clinical trial yang dilakukan di RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo mulai bulan Juni-September 2021 yang dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok A (Ibuprofen 800 mg + Dexamethasone 10 mg) sebanyak 13 pasien, dan kelompok B (Ibuprofen 800 mg) 13 pasien yang menjalani prosedur bedah dekompresi dan stabilisasi posterior dengan anestesi umum. Berdasarkan jenis dan bentuk data yang didapatkan kemudian ditentukan metode uji statistik untuk analisa derajat nyeri dan kebutuhan opioid fentanyl menggunakan uji t-group dengan menggunakan SPSS 23. Hasil dinilai bermakna jika nilai p <0.05. Data ditampilakn dalam bentuk frekuensi (n) dan presentase diuji dengan Mann-Whitney. Variable numerik disajikan dalam bentuk rerata ± simpang baku (mean±SD) dan diuji dengan Uji t-group (uji parametrik) jika memenuhi syarat (distribusi normal, varian sama). Hasil: Ditemukan perbedaan yang bermakna NRS diam dan NRS gerak pada waktu pengukuran 2 jam, 6 jam, 12 jam, dan 24 jam pascabedah antara kelompok ibuprofen 800 mg kombinasi dexametasone 10 mg dan ibuprofen 800 mg (p<0,05). Ibuprofen 800 mg kombinasi dexamethasone 10 menurunkan penggunaan opioid fentanyl 59 % dibandingkan kelompok ibuprofen 800 mg. Diskusi: Ibuprofen 800 mg intravena kombinasi dexamethasone 10 mg dapat menurunkan NRS diam dan gerak pada pembedahan dekompresi dan stabilisasi posterior tulang belakang, sesuai dengan temuan pada penelitian-penelitian sebelumnya. Kesimpulan: Preventif analgesia ibuprofen 800 mg kombinasi dexamethasone 10 mg menurunkan intensitas nyeri pada pasien pascabedah dekompresi dan stabilisasi posterior tulang belakang.