JPS
Volume VIII, No 1, Mei 2022

TARIAN LUMENSE: MAKNA SIMBOLIK DALAM MASYARAKAT KABAENA

HASARUDDIN (Unknown)



Article Info

Publish Date
15 Aug 2022

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya suatu bencana dalam bentuk penyakit yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Penyakit tersebut tidak dapat disembuihkan dengan berbagai bemtuk pengobatan dalam bentuk herbal atttau pengobatan kampung. Hingga suatu ketika dipikirkan dengan cara pengoobatan berdasarkan riitual dalam bentuk tarian yang harus dilakonkkan oleh masyarakat. Hasil peneltian menunjukan bahwa Tari Lumense dilakukan dalam ritual pe-olia, yaitu ritual penyembahan kepada roh halus yang disebut kowonuano (penguasa/pemilik negeri) dengan menyajikan berbagai aneka jenis makanan. Ritual ini dimaksudakan agar kowonuano berkenan mengusir segala macam bencana. Penutup dari ritual tersebut adalah penebasan pohon pisang. Tarian ini juga sering ditampilkan pada masa kekuasaan Kesultanan Buton. Seiring dengan perkembangan, fungsi tari Lumense pun mulai bergeser. Tarian ini diawali dengan gerakan maju mundur, bertukar tempat kemudian membentuk konfigurasi huruf Z lalu berubah menjadi S, gerakan yang ditampilkan merupakan gerakan yang dinamis yang disebut moomani atau ibing. Klimaks dari tarian ini adalah ketika para penanari terus melakukan moomani kemudian menebaskan parang kepada pohon pisang, sampai pohon pisang itu jatuh bersamaan ke tanah. Penutup dari tarian ini adalah para penari membentuk konfigurasi setengah lingkaran sambil saling mengaitkan tangan lalu menggerakannya naik turun sambil mengimbangi kaki yang maju mundur.Khusus para penari lumense, taincombo dipadu dengan selendang merah. Kelompok putra ditandai adanya korobi (sarung parang dari kayu) yang disandang di pinggang sebelah kiri. Parang atau ta-owu yang disarungkan di korobi dibuat khusus oleh pandai besi lokal dan selalu diasah agar matanya tetap tajam

Copyrights © 2022






Journal Info
JPS

Abbrev

sejarah

Publisher

Subject

Arts Library & Information Science Social Sciences Other

Description

Jurnal Pendidikan Sejarah FKIP Unidayan mengkaji berbagai hal diantaranya kajian tentang kebudayaan, sejarah, dan penelitian tindakan kelas. Lembaga Jurnal Pendidikan Sejarah FKIP Unidayan terbit dua nomor dalam satu tahun (Mei dan November). Redaksi menerima dari staf pengajar (guru dan dosen), ...