Augmented Reality (AR) merupakan perkembangan teknologi yang menggabungkanbenda maya dua dimensi maupun tiga dimensi dengan diproyeksikan ke dunia nyata dalam waktubersamaan. Saat ini banyak pengembangan teknologi Augmented Reality (AR), hampir segala sektormenggunakan teknologi ini layaknya pendidikan, hiburan, kesehatan, hingga konstruksi. Banyakkegunaan Augmented Reality (AR) dalam dunia konstruksi mulai dari fase pra-konstruksi, fasekonstruksi, hingga fase pasca konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman dankesiapan pelaku konstruksi di Surabaya dalam penggunaan Augmented Reality (AR). Pengumpulandata dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada kontraktor, konsultan MK, konsultanperencana, dan owner/wakil owner yang berada di area Surabaya. Melalui data yang didapatkan,pelaku konstruksi di Surabaya masih belum sepenuhnya paham dan siap dalam menggunakanAugmented Reality (AR) pada pekerjaan konstruksi. Selain itu terdapat faktor-faktor eksternal daninternal yang mempengaruhi pelaku konstruksi dalam menerapkan teknologi Augmented Reality (AR).Faktor-faktor eksternal lebih berpengaruh dibandingkan faktor internal, faktor tersebut antara lainketersediaan alat pendukung, tenaga ahli, biaya yang diperlukan, peraturan/kebijakan pemerintah, dandukungan dari perusahaan.
Copyrights © 2022