Assessment Centers sebagai Strategi Reformasi Penempatan Pegawai di Kalimantan Timur. Sejumlah permasalahan SDM muncul dalam birokrasi pemerintah, bahwa manajemen PNS pada umumnya tidak berjalan sebagaimana mestinya, diantaranya masih banyaknya semangat memperbesar jumlah instansi, besarnya jumlah PNS dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi dari tahun ke tahun, rendahnya kualitas dan ketidaksesuaian kompetensi yang dimiliki, kesalahan penempatan dan ketidakjelasan jalur karier yang dapat ditempuh, hingga tidak adanya daya saing yang bisa diandalkan dalam menghadapi globalisasi. Kondisi kepegawaian yang demikian itu sesungguhnya tidak dapat dipisahkan dari kebijakan penerimaan pegawai di masa lalu, dimana proses penataan kepegawaian banyak diwarnai oleh aroma politik. Pemerintah di masa itu membutuhkan pegawai karena didorong oleh keinginan untuk memperbanyak jumlah agar semakin banyak pegawai yang dapat dibina untuk mendukung kekuatan golongan politik yang berkuasa. Birokrasi pemerintah saat ini harus melakukan perubahan dalam penataan sumberdaya aparatur atau repositioning, agar sesuai dengan tuntutan reformasi yang menginginkan pengaturan lembaga birokrasi yang egalitarian, demokratis, ramping, berorientasi pada kompetensi dan memerhatikan peran pasar, melalui penerapan Assessment Centers dalam penempatan pegawai.
Copyrights © 2015