Bawang putih termasuk bumbu yang umum digunakan dalam kuliner Indonesia. Hal ini menjadikan kebutuhan akan bawang putih yang alami dan siap pakai menjadi penting. Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode pengeringan untuk meningkatkan kualitas produk bubuk bawang putih. Dalam penelitian ini dilakukan pengeringan bawang putih dengan menggunakan dua metode, yaitu tray drying dan vacuum drying, dilanjutkan dengan penepungan menggunakan blender. Data yang diperoleh dianalisa dengan program SPSS menggunakan fitur uji deskriptif. Hasil analisa kadar air rata-rata metode vacuum drying 5.70% lebih rendah dari metode tray drying 8.52%. Uji organoleptik diperoleh skor 6,03 untuk aroma dan 6,57 untuk warna pada metode vacuum drying, sedangkan pada tray drying 1,57 baik warna maupun aroma. Hasil analisa organoleptik menyatakan panelis lebih suka aroma dan warna metode vacuum drying. Dari data kadar air dan hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa metode vacuum drying lebih baik daripada tray drying.
Copyrights © 2022