Pengelolaan sampah dengan menjadikan pupuk kompos bisa dilakukan dengan cara penggunaan Mikroorganisme Lokal (MOL) yang merupakan proses dekomposisi terkendali secara biologis terhadap sampah padat organik dalam kondisi aerobik (terdapat oksigen) atau anaerobik (tanpa oksigen). Pengomposan dengan bahan baku limbah nanas merupakan teknologi ramah lingkungan, sederhana dan menghasilkan produk akhir yang sangat berguna bagi kesuburan tanah. Keuntungan pengomposan adalah mengurangi pencemaran lingkungan, mampu melestarikan SDA serta menghasilkan sumber daya baru yaitu kompos yang bermanfaat untuk menjaga kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mikroorganisme lokal (MOL) limbah nanas terhadap pengolahan sampah organik menjadi kompos di Gampong Birem Puntong. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimental murni dengan desain one group jenis one-shot case study, dimana model eksperimen ini yaitu terdapat suatu kelompok diberi treatment/perlakuan, dan selanjutnya di observasi hasilnya. Hasil penelitian limbah dari buah nanas dapat diolah menjadi MOL, pengelolaan MOL dari limbah nanas dilakukan selama 1 minggu dengan menggunakan bahan utama nanas, ragi, gula merah dan air nira, lama waktu yang dibutuhkan untuk proses pembuatan pupuk kompos dari sampah organik dilakukan selama 14 hari. Proses penguraian dibantu oleh mikroorganisme yang terdapat didalam MOL limbah nanas, terjadi perubahan warna menjadi coklat kehitaman, terkstur menjadi halus dan bau seperti bau tanah pada pupuk kompos. Diharapakan penelitian ini dapat memberikan informasi bagi para masyarakat terutama Ibu-Ibu PKK yang ada di Gampong Birem Puntong agar bisa memanfaatkan limbah nanas menjadi pupuk kompos dengan nilai ekonomis yang tinggi agar dapat membantu perekonomian keluarga.
Copyrights © 2021