Perencanaan kebutuhan farmasi merupakan proses kegiatan dalam pemilihan jenis, jumlah dan harga perbekalan farmasi yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran, untuk menghindari kekosongan obat dengan menggunakan metode yang dapat dipertanggung jawabkan dan dasar- dasar perencanaan yang telah ditentukan antara lain konsumsi, epidemiologi, kombinasi metode konsumsi dan epidemiologi disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen perencanaan obat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif melalui teknik in-depth interview. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Penetapan prioritas obat telah ditetapkan dalam Standar Prosedur Operasional namun tidak berdasarkan Analisis ABC, VEN maupun kombinasi, Sisa Persediaan telah ditetapkan dalam Standar Prosedur Operasional berdasarkan langkah-langkah sehingga telah berjalan dengan baik terhadap penanganan sisa persediaan termasuk perbekalan farmasi yang rusak/kadaluarsa, Data pemakaian periode yang lalu telah berdasarkan metode konsumsi, namun tidak menjalankan 9 langkah metode konsumsi dan prosedur lainnya sehingga masih terjadi kekosongan stok obat. Pihak RSUD dr. Zubir Mahmud hanya menggunakan data 3 bulan yang lalu untuk melakukan perencanaan kebutuhan obat 3 bulan ke depan. Saran yang diajukan adalah pihak instalasi farmasi agar melakukan semua perhitungan berdasarkan metode konsumsi dalam melakukan perencanaan kebutuhan obat dan melakukan 9 langkah perhitungan jumlah kebutuhan obat yang tepat sesuai dengan cara perhitungan yang ditetapkan dalam pedoman pengelolaan obat di rumah sakit agar didapatkan rencana kebutuhan obat yang tepat sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan
Copyrights © 2021