Afnina Afnina
Unknown Affiliation

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Beban Kerja Dan Stres Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat di Instalasi Bedah Sentral Rumah Sakit Umum Daerah Kota Langsa Tahun 2019 Afnina Afnina
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 2: JURNAL EDUKES VOLUME 2 NOMOR 1, EDISI MARET 2019
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v2i1.313

Abstract

Abstrak Setiap tahun jumlah pasien Rumah Sakit Umum Daerah Kota Langsa mengalami peningkatan. Hal ini membuat beban kerja perawat semakin bertambah, jika tidak adanya keseimbangan beban kerja dengan kemampuan fisik akan dapat menyebabkan terjadinya kelelahan dan jika hal ini terus berlanjut akan terjadi penurunan produktivitas kerja dan dapat memicu terjadinya stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja dan stres kerja dengan kelelahan kerja pada perawat Rumah Sakit Umum Daerah Kota Langsa. Jenis penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional study, penelitian ini menggunakan variabel independen yaitu beban kerja dan stres kerja serta menggunakan variabel dependen yaitu kelelahan kerja. Menggunakan data primer dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh petugas instalasi bedah sentral Rumah sakit Umum Daerah Kota Langsa yang berjumlah 27 responden menggunakan teknik sampling jenuh. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan beban kerja dan stres kerja dengan kelelahan kerja pada perawat di instalasi bedah sentral Rumah Sakit Umum Daerah Kota Langsa. Diperoleh nilai P-Value = 0,000 (p<0,05), ada hubungan beban kerja dengan kelelahan kerja pada perawat di instalasi bedah sentral Rumah Sakit Umum Daerah Kota Langsa. Diperoleh nilai P-Value = 0,001 (p<0,05), ada hubungan Stres kerja dengan kelelahan kerja pada perawat di instalasi bedah sentral Rumah Sakit Umum Daerah Kota Langsa.
HUBUNGAN LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP KEPUASAN KERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RSUD DR. ZUBIR MAHMUD KABUPATEN ACEH TIMUR Afnina Afnina
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 3: JURNAL EDUKES VOLUME 3 NOMOR 1, EDISI MARET 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v3i1.335

Abstract

Perawat punya peran penting sebagai pelaksana tindakan medis, mengawasi atau mengontrol keadaan dan perkembangan pasien yang sedang dalam perawatan. Namun di dalam malaksanakan asuhan keperawatan perawat dibebankan oleh lingkungan kerja fisik baik secara fisik maupun psikis, seperti tata letak ruang, suhu tempat bekerja, kebisingan, peralatan kerja, hubungan kerja antara bawahan dan atasan, hubungan antar pegawai dan kinerja pegawai. Berdasarkan hal tersebut, lingkungan kerja fisik dapat mempengaruhi kinerja perawat, semakin baik lingkungan kerja fisik pada perusahan semakin meningkatkan performa perawat dalam menyelesaikan setiap tugas yang dilakukannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lingkungan kerja fisik terhadap kepuasan kerja perawat di ruang rawat inap RSUD dr. Zubir mahmud Kabupaten Aceh Timur. Desain penelitian ini menggunakan jenis analytic yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat pelaksana yang ada di Ruang Rawat Inap RSUD dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur sebanyak 133 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 57 responden. Hasil penelitian terhadap 57 responden mayoritas tidak puas sebanyak 32 responden (56,1%). Mayoritas mengatakan lingkungan kerja baik sebanyak 37 responden (64,9%). Ada hubungan lingkungan kerja fisik terhadap kepuasan kerja perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur dengan p-value (Continuity Correction) 0,00 (p<0,05). Diharapkan kepada pihak RSUD Dr. Zubir Mahmud Kabupaten Aceh Timur untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja perawat dengan memperhatikan lingkungan kerja fisik untuk meningkatkan kepuasan perawat dalam bekerja.
Pengaruh Quality of Work Life (QWL), Motivasi, Dan Reward Terhadap Kinerja Perawat Instalasi Rawat Inap Di RSUD dr. Zubir Mahmud Idi Kabupaten Aceh Timur Afnina Afnina
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 3: JURNAL EDUKES VOLUME 3 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2020
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v3i2.359

Abstract

Kinerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Kinerja perawat ialah suatu tindakan yang dilakukan seorang perawat dalam suatu instansi sesuai dengan tanggung jawab serta wewenang masing-masing, dimana kinerja yang baik akan dapat memberikan kepuasan pada pasien sebagai pengguna jasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Quality of Work Life (QWL), Motivasi dan Reward terhadap Kinerja Perawat Di ruang Rawat Inap RSUD dr. Zubir. Mahmud IDI Kabupaten Aceh Timur. Metode penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional menggunakan data primer yang diperoleh dari pengisisan dengan menggunakan kuesioner dengan jumlah sampel 54 responden dengan menggunakan teknik total sampling. Variabel penelitian ini adalah Quality of Work Life (QWL), Motivasi dan Reward. Data dianalisa secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan selanjutnya akan dijelaskan dalam bentuk tekstular (narasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 54 responden mayoritas kinerja perawat kurang sebanyak 24 (44.4%), mayoritas Quality of Work Life (QWL) Kurang Berkualitas sebanyak 21 (38,9%), mayoritas motivasi cukup sebanyak 20 (37,0%), dan mayoritas Reward Tidak ada sebanyak 28 (51,9%). ada hubungan antara Quality of Work Life (QWL) terhadap kinerja perawat (P = (0,002) < a (0,05). Ada hubungan pengaruh Motivasi terhadap kinerja perawat (P = (0,000) < a (0,05). Ada pengaruh Reward terhadap Kinerja Perawat (P = (0,006) < a (0,05). Dari hasil penelitian tersebut maka kepada tenaga kesehatan khususnya tenaga perawat untuk dapat meningkatkan jasa pelayanan kesehatan.
Analisis Implementasi Manajemen Perencanaan Obat Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zubir Mahmud Aceh Timur Afnina Afnina
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 4: JURNAL EDUKES VOLUME 4 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v4i2.410

Abstract

Perencanaan kebutuhan farmasi merupakan proses kegiatan dalam pemilihan jenis, jumlah dan harga perbekalan farmasi yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran, untuk menghindari kekosongan obat dengan menggunakan metode yang dapat dipertanggung jawabkan dan dasar- dasar perencanaan yang telah ditentukan antara lain konsumsi, epidemiologi, kombinasi metode konsumsi dan epidemiologi disesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen perencanaan obat. Jenis penelitian ini adalah kualitatif melalui teknik in-depth interview. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Penetapan prioritas obat telah ditetapkan dalam Standar Prosedur Operasional namun tidak berdasarkan Analisis ABC, VEN maupun kombinasi, Sisa Persediaan telah ditetapkan dalam Standar Prosedur Operasional berdasarkan langkah-langkah sehingga telah berjalan dengan baik terhadap penanganan sisa persediaan termasuk perbekalan farmasi yang rusak/kadaluarsa, Data pemakaian periode yang lalu telah berdasarkan metode konsumsi, namun tidak menjalankan 9 langkah metode konsumsi dan prosedur lainnya sehingga masih terjadi kekosongan stok obat. Pihak RSUD dr. Zubir Mahmud hanya menggunakan data 3 bulan yang lalu untuk melakukan perencanaan kebutuhan obat 3 bulan ke depan. Saran yang diajukan adalah pihak instalasi farmasi agar melakukan semua perhitungan berdasarkan metode konsumsi dalam melakukan perencanaan kebutuhan obat dan melakukan 9 langkah perhitungan jumlah kebutuhan obat yang tepat sesuai dengan cara perhitungan yang ditetapkan dalam pedoman pengelolaan obat di rumah sakit agar didapatkan rencana kebutuhan obat yang tepat sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan
Hubungan Faktor Penghambat Dengan Pelaksanaan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (SMK3) Di Ruang Rawat Inap RSUD dr. Zubir Mahmud Aceh Timur Afnina Afnina
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 4: JURNAL EDUKES VOLUME 4 NOMOR 1, EDISI MARET 2021
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v4i1.426

Abstract

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam pelayanan rumah sakit. Dengan adanya SMK3, diharapkan pihak rumah sakit menyelenggarakan upaya-upaya kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat mengendalikan dan meminimalisasi potensi- potensi bahaya yang mungkin timbul dan mengancam jiwa dan kehidupan para karyawan rumah sakit, para pasien, maupun para pengunjung yang ada di lingkungan rumah sakit. Namun, sampai saat ini pelaksanaan SMK3 di rumah sakit masih belum terlaksana dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor penghambat dengan pelaksanaan SMK3 di Ruang Rawat Inap RSUD dr.Zubir Mahmud Aceh Timur. Variabel Penelitian ini yaitu variabel independen dan dependen, dimana variabel independen terdiri komitmen manajemen dan pekerja,pengawasan K3,dan informasi K3 serta variabel dependen yaitu pelaksanaan SMK3. Penelitian berjenis kualitatif dan bersifat cross sectional dengan populasi seanyak 197 perawat dan besar sampel adalah 66 perawat yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Data yang diolah berupa data primer menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada pekerja. Untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen dilakukan uji statistik menggunakan chi-square. Hasil uji statistik dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05) menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara variabel komitmen manajemen dan pekerja, pengawasan K3, dan informasi K3 dengan variabel pelaksanaan SMK3 dengan nilai p-value yang diperoleh dari setiap variabel < 0,05. Saran kepada pihak manajemen rumah sakit untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap K3 di rumah sakit, agar pengawasan terhadap K3 dapat dilaksanakan secara kontinyu dan dilaksanakan di semua unit kerja rumah sakit dan juga pihak rumah sakit untuk menerapkan dengan tegas peraturan atau ketentuan K3 sehingga pelaksanaan SMK3 lebih meningkat.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Promosi Kesehatan Di Poliklinik Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zubir Mahmud Aceh Timur Afnina Afnina
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 2: JURNAL EDUKES VOLUME 2 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2019
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v2i2.431

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) menunjang individu atau pasien untuk dapat mandiri dalam proses penyembuhan dan rehabilitatif pada dirinya, sedangkan untuk keluarga pasien dan pengunjung rumah sakit berguna untuk mencegah permasalahan kesehatan, serta bagi petugas kesehatan berupaya untuk memberikan konseling kesehatan bagi pasien, keluarga pasien, dan pengunjung di rumah sakit. Oleh karena itu, untuk dapat memberikan pelayanan yang intensif pada pasien maka di setiap rumah sakit diharapkan dapat membentuk instalasi khusus PKRS yang bertujuan untuk dapat melaksanakan program promosi kesehatan yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan promosi kesehatan pada poliklinik di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zubir Mahmud Aceh Timur. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif melalui pendekatan cross sectional. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada hubungan faktor Pemberdayaan Keluarga dengan promosi kesehatan pada poliklinik di RSUD dr. Zubir Mahmud Aceh Timur dengan nilai p-value 0,000, ada hubungan faktor Sarana dan Peralatan Pelaksanaan PKRS dengan promosi kesehatan pada poliklinik di RSUD dr. Zubir Mahmud Aceh Timur dengan nilai p-value 0,000, ada hubungan faktor Media dengan promosi kesehatan pada poliklinik di RSUD dr. Zubir Mahmud Aceh Timur dengan nilai p-value 0,000. Disarankan membentuk tim PKRS dari petugas kesehatan khusus yang ditugaskan untuk bertanggung jawab dalam kegiatan PKRS serta membuat jadwal pelaksanaan kegiatan PKRS dengan rinci, kegiatan yang sudah ada seperti pembagian leaflet di ruang tunggu rawat jalan dan juga di rawat inap lebih dioptimalkan lagi, peletakan poster mengenai promosi kesehatan juga lebih diperbanyak lagi. Selain itu, hendaknya dapat lebih memanfaatkan sarana dan prasarana yang tersedia untuk meningkatkan PKRS.
PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT PADA APOTEK KIMIA FARMA DI LANGSA Afnina Afnina
Jurnal EDUKES : Jurnal Penelitian Edukasi Kesehatan Vol. 5: JURNAL EDUKES VOLUME 5 NOMOR 2, EDISI SEPTEMBER 2022
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKes) BUSTANUL ULUM LANGSA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52136/edukes.v5i2.453

Abstract

Apotek Kimia Farma Langsa menjadikan obat sebagai bahan utama berusaha seefektif mungkin dalam mengendalikan persediaan bahan obat dalam jumlah yang ekonomis agar tercapai tingkat efisiensi dan mampu menekan harga serendah mungkin. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengendalian persediaan obat di Apotek Kimia Farma Langsa. Peralatan analisa yang digunakan adalah Economic Order Quantity (EOQ). Berdasarkan hasil penelitian, ternyata peningkatan dan kemajuan telah terlihat jelas dari pengendalian yang diterapkan selama ini. Hal ini dibuktikan dengan tingkat pemesanan yang telah dilakukan untuk persediaan obat pada Apotek Kimia Farma Langsa terlaksana dengan baik, di mana pemesanan dilakukan sebanyak 2 (dua) sampai 4 (empat) kali setahun. Sehingga pemesanan telah memadai artinya jangka waktu pemakaian dengan pemesanan relatif tetap, sehingga dapat meminimisasi biaya.