Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan faktor yang memegang peranan penting dalam pelayanan rumah sakit. Dengan adanya SMK3, diharapkan pihak rumah sakit menyelenggarakan upaya-upaya kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat mengendalikan dan meminimalisasi potensi- potensi bahaya yang mungkin timbul dan mengancam jiwa dan kehidupan para karyawan rumah sakit, para pasien, maupun para pengunjung yang ada di lingkungan rumah sakit. Namun, sampai saat ini pelaksanaan SMK3 di rumah sakit masih belum terlaksana dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor penghambat dengan pelaksanaan SMK3 di Ruang Rawat Inap RSUD dr.Zubir Mahmud Aceh Timur. Variabel Penelitian ini yaitu variabel independen dan dependen, dimana variabel independen terdiri komitmen manajemen dan pekerja,pengawasan K3,dan informasi K3 serta variabel dependen yaitu pelaksanaan SMK3. Penelitian berjenis kualitatif dan bersifat cross sectional dengan populasi seanyak 197 perawat dan besar sampel adalah 66 perawat yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Data yang diolah berupa data primer menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada pekerja. Untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen dilakukan uji statistik menggunakan chi-square. Hasil uji statistik dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05) menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara variabel komitmen manajemen dan pekerja, pengawasan K3, dan informasi K3 dengan variabel pelaksanaan SMK3 dengan nilai p-value yang diperoleh dari setiap variabel < 0,05. Saran kepada pihak manajemen rumah sakit untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap K3 di rumah sakit, agar pengawasan terhadap K3 dapat dilaksanakan secara kontinyu dan dilaksanakan di semua unit kerja rumah sakit dan juga pihak rumah sakit untuk menerapkan dengan tegas peraturan atau ketentuan K3 sehingga pelaksanaan SMK3 lebih meningkat.
Copyrights © 2021