Penyakit kecacingan merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami oleh masyarakat di Indonesia yang berhubungan erat dengan sanitasi lingkungan dan perilaku. Banyak dampak yang disebabkan oleh infeksi kecacingan terhadap kesehatan anak, menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada tahun 2012 dalam Buku Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia beberapa dampak yang disebabkan oleh infeksi kecacingan yaitu menyebabkan morbiditas (23,4%) dan kadang dapat menyebabkan kematian (0.1%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala kecacingan pada balita di Desa Gampong Blang Kecamatan Langsa Kota. Jenis penelitian ini adalah analytic yang bersifat cross sectional. Populasi dalam penelitia ini adalah seluruh balita yang ada di Desa Gampong Blang Kecamatan Langsa Kota, jumlah sampel sebanyak 57 responden dengan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Data yang telah dikumpulkan dianalisa secara univariat dan bivariat dalam bentuk distribusi frekuensi, analisa data dilakukan dengan cara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan sosial ekonomi dan penggunaan alas kaki dengan gejala kecacingan pada balita di Desa Gampong Blang Kecamatan Langsa Kota dengan p-value 0,001 (p<0,05) serta ada hubungan kebesihan kuku dan kebiasaan mencuci tangan dengan gejala kecacingan pada balita di Desa Gampong Blang Kecamatan Langsa Kota dengan p-value 0,000 (p<0,05). Saran bagi Puskesmas Langsa Kota agar mengadakan penyuluhan dan perlu edukasi kepada masyarakat dan orang tua khususnya ibu yang mengasuh anak guna meningkatkan pola asuhan ibu yang lebih baik, perilaku hidup sehat, dan peningkatan sarana kebersihan dan kesehatan yang lebih baik untuk mencegah terjadinya kejadian infeksi cacingan baik
Copyrights © 2019