Kegiatan destructive fishing masih berlangsung di wilayah perairan Sulawesi Selatan khususnya di Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara Kabupaten Pangkep sampai saat ini. Keberhasilan mengurangi praktek destructive fishing  oleh para pelaku (nelayan)   sangat tergantung dengan bagaimana pengetahuan dan sikap  nelayan terhadap praktek destructive fishing serta dampaknya bagi sumber daya laut. Selain nelayan, anak-anak nelayan sebagai generasi penerus dalam menjaga kelestarian ekosistem laut juga perlu diberikan pembelajaran terkait destructive fishing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan sikap anak-anak nelayan  di Kecamatan Liukang Tuppabbiring Utara terhadap praktek destructive fishin di perairan Sulawesi Selatan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey lapangan dengan menggunakan kuisioner terhadap 20 orang responden, yaitu  anak-anak nelayan nelayan yang bermukim di Pulau Salebbo Desa Mattiro Wallie. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode disproportionate stratified random sampling. Tingkat pengetahuan dan sikap anak-anak nelayan diukur sebelum dan sesudah diberikan pembelajaran berupa 3 buah Model LESS. Data dianalisis dengan mengukur nilai indeks, kemudian dilakukan pengkategorian dengan menggunakan indeks komposit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap anak-anak nelayan meningkat secara signifikan dari sebelum diberikan pembelajaran dengan setelah diberikan pembelajaran Model LESS.
Copyrights © 2022