Salah satu program pembangunan pertanian yang strategis adalah swasembadaya pangan. Swasembada ini disebut swasembada beras karena beras bahan pangan utama dalam swasembada pangan. Padi merupakan tanaman pangan strategis untu terciptanya swasembada beras di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis daya saing beradasarkan keunggulan kompetitif, komperatif, dan sensitivitas pada sawah tadah hujan dan irigasi di kabupaten Klaten. Metode yang digunakan dalam penentuan sample dilakukan dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan metode Policy Analysis Matrix (PAM) dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menujukan bahwa sawah tadah hujan dan irigasi di Kabupaten Klaten memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif. Analisis sensitivitas melihat saat terjadi penurunan output 20 persen pada sawah tadah hujan tidak berdaya saing lagi secara kompetitif karena nilai PCR menjadi 1,01 dari sebelumnya yaitu 0,80 sedangkan sawah irigasi tetap berdaya saing secara kompetitif dengan nilai PCR menjadi 0,71 dari sebelumnya 0,56. Untuk usahatani padi tadah hujan perlu adanya teknologi tambahan untuk meningkatkan produksi saat terjadinya kemarau yang lebih panjang atau intensitas hujan yang lebih rendah sehingga tidak terjadinya penurunan produksi karena kekurangan air di sawah tadah hujan yang menyebabkan tidak berdaya saing secara kompetitif dan komperatif.
Copyrights © 2022