SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri
Vol 20, No 1 (2022): Desember 2022

Penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada Pengendalian Kualitas Pangan Produk Nugget Ayam Tempe di UMKM Haiyuu Indonesia

Ahmad Anshari (Universitas Singaperbangsa Karawang)
Wahyudin Wahyudin (Universitas Singaperbangsa Karawang)
Dene Herwanto (Universitas Singaperbangsa Karawang)



Article Info

Publish Date
30 Nov 2022

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Haiyuu Indonesia adalah UMKM yang bergerak pada bidang pangan olahan yang memproduksi nugget ayam tempe. Permasalahan yang terjadi yaitu ketidaksesuain dalam penerapan peraturan Good Manufacturing Practices (GMP). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa nilai ketidaksesuain dalam menerapkan Good Manufacturing Practices dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) serta memberikan usulan perbaikan dan pengendalian kualitas pangan. Penelitian ini mendapat hasil yaitu penilaian kesesuaian kondisi langsung di lokasi pengamatan dengan pedoman Good Manufacturing Practices. Dalam 9 aspek penilaian dari total keseluruhan 18 aspek dalam penerapan pedoman Good Manufacturing Practices pada UMKM Haiyuu Indonesia sudah menjalankan sebesar 55,2% dan belum menjalankan sebesar 44,8% dengan faktor terbesar bedasarkan diagram pareto yaitu pada faktor karyawan dengan tahapan pencampuran bahan dengan nilai RPN tertinggi yaitu 96. Usulan yang diberikan kepada karyawan yaitu dengan implementasikan secara konsisten seperti selalu mencuci tangan, dan karyawan menggunakan Alat pelindung diri (APD) yang lengkap. Hal ini bertujuan untuk membuat produk lebih laku terjual di pasaran.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

sitekin

Publisher

Subject

Control & Systems Engineering Decision Sciences, Operations Research & Management Economics, Econometrics & Finance Industrial & Manufacturing Engineering Other

Description

Sesuai dengan standard ISO 45001 bahwa karyawan harus berpartisipasi dalam melakukan pencegahan kecelakaan. Untuk itu perusahaan telah menetapkan Program Hazob (Hazard Observation) untuk mengidentifikasi bahaya dan melakukan tindakan koreksinya. Penerapan Program Hazob masih dengan metode ...