Penelitian ini menguji pengaruh Intelligence Quotient pada tingkat pemahaman akuntansi dan menguji Emotional Quotient dan Adversity Quotient dapat memperkuat pengaruh tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research, yang akan menjelaskan hubungan kausal antara variabel independen tersebut terhadap variabel dependen dengan dua variabel pemoderasi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan teknik purposive sampling. Responden pada penelitian ini adalah Mahasiswa Jurusan TI dengan jumlah responden sebanyak 56 orang. Analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Intelligence Quotient berpengaruh positif terhadap tingkat pemahaman akuntansi. Artinya semakin tinggi intelligence quotient mahasiswa maka tingkat pemahaman terhadap akuntansi akan semakin meningkat, Emotional Quotient dan Adversity Quotient tidak mampu memoderasi pengaruh positif Intelligence Quotient pada tingkat pemahaman akuntansi.
Copyrights © 2022