Pondasi tiang pancang merupakan struktur bagian bawah yang menumpu pada tanah keras atau pada tumpuan tanah yang padat dan bekerja sebagai penopang struktur yang berada diatasnya, jika struktur bawahnya kokoh maka struktur atas akan tetap berdiri kokoh, sebaliknya jika struktur bawahnya tidak kuat menahan struktur atasnya maka struktur atas akan runtuh, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya dukung pondasi tiang pancang tunggal dan kelompok dengan menggunakan metode Mayerhoff 1956 dan metode Luciano Decourt 1996 berdasarkan data SPT (Standart penetration test) dan data CPT (Cone penetration test), dengan beban maksimal bangunan sebesar 795 ton. Hasil perhitungan metode Mayerhoff berdasarkan data SPT untuk tiang pancang tunggal 25cm x 25cm mendapatkan nilai daya dukung Qall 16,08 ton, sedangkan berdasarkan data CPT 1 metode Mayerhoff mendapatakan nilai daya dukung Qall 14,43 ton dan CPT 2 mendapatkan nilai daya dukung sebesar 13,15 ton, sehingga beban (P)795 ton dapat di topang dengan pondasi tiang kelompok sebanyak 60 tiang pancang. Sedangkan hasil perhitungan metode Luciano decourt berdasarkan data SPT untuk tiang pancang tunggal 25cm x 25cm mendapatkan nilai daya dukung Qall 13,33, sehingga beban (P) 795 ton dapat di topang dengan pondasi tiang kelompok sebanyak 78 tiang pancang. Hasil perhitungan kedua metode tersebut dapat di gunakan sebagai acuan dalam perencanaan pondasi tiang pancang kelompok
Copyrights © 2022