Candi-candi di Indonesia pada umumnya berbentuk massa yang tertutup, ritualnya dilakukan di luar bangunan. Dengan demikian ruang luar mempunyai peranan yang sangat penting dalam mendukung fungsi pada candi-candi di Nusantara. Jika dihubungkan dengan pembangunan suatu candi, arah dapat ditentukan oleh mata angin, namun juga oleh pergerakan bintang tertentu. Perletakan candi ini dapat diduga merujuk pada konstelasi bintang tertentu, karena di arah tenggara tidak didapatkan gunung atau benda alam yang lain di bumi sebagai rujukan orientasi. Hal ini dapat dikaitkan pembentukan mandala sebagai dasar perletakkannya. Seperti halnya di Yunani, manusia India atau Timur termasuk Nusantara memandang segala yang dilihat dan dialami sebagai sesuatu kosmos yang agung. Pembagian proporsi yang harmonis dikerjakan bukan karena pemikiran geometris semata melainkan dipengaruhi pula oleh pemikiran kosmologi maka munculah isitilah Mandala.
Copyrights © 2019