Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies
No 55 (1994)

Spiritualitas Dan Kesusastraan Indo-Muslim

Annemarie Schimme (Universitas Harvard)



Article Info

Publish Date
08 Nov 2022

Abstract

Barangkali reaksi pertama yang timbul dalam pikiran seorang barat Ketika mendengar kata “India” adalah Taj Mahal, karena Taj ini dipandang sebagai pengejahwantahan dari keindahan india. Orang yang tertarik kepada sejarah agama mungkin akan berfikir bahwa Upanishad adalah ungkapan kearifan tertinggi, sejak Anquetil-Duperron menerjemahkannya ke dalam Bahasa lain pada tahun 1801. Tetapi sedikit orang yang mengetahui bahwa Taj Mahal adalah suatu karya seni Islam dan terjemahan Upanishad dalam Bahasa Persia, yang menjadi dasar terjemah Anquetil-Duperron, adalah karya Dārā Shikoh, serang putra mahkota Imperium Mughal yang cenderung kepada mistik, yang dieksekusi oleh adiknya, Aurangzeb, pada tahun 1069/1659 karena dianggap telah menyimpang. Kedua pangeran tersebut termasuk diantara 14 putra Mumtāz Mahal, yang untuk mengenang dirinyalah Taj Mahal itu dibangun, dari suaminya Shahjahan, penguasa Mughal kelima dari keurunan Timur di India.  

Copyrights © 1994






Journal Info

Abbrev

AJIS

Publisher

Subject

Religion Humanities

Description

Al-Jamiah invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Islam, Muslim society, and other religions which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of law, philosophy, mysticism, history, art, ...