Berpindahnya jurusan Tafsir Hadis dari fakultas Syariáh ke fakultas Ushuluddin memang belum lama, tepatnya baru dua tahun yang lalu. Mahasiswa baru jurusan Tafsir Hadis di fakultas Ushuluddin sekarang sedang duduk disemester ke lima. Kita menyambut gembira aca sarasehan pemantapan jurusan Tafsir Hadis pada fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga, lantaran pemindahan jurusan TH dari fakultas Syariáh ke fakultas Ushuluddin mengandaikan adanya latar belakang pemikiran tetentu, yang olehkarenanya jika tidak ada juklaknya, kita akan berjalan tanpa arah atau setidaknya kita hanya memindahkan jurusan secara pisik belaka.untuk menghindari kesan seolah-olah berpindahnya jurusan Th Cuma secara fisik tersebut, fakultas Ushuluddin yang sudah terlanjur ditugasi membina jurusan Th perlu waktu yang cukup untuk berbenah diri dengan memperbanyak forum dialog atau sarasehan seperti siang hari ini. Jika dilihat secara garis besar, perjalanan sejarah penulisan tafsir pada abad pertengahan, agaknya tidak teralalu meleset jika dikatakan bahwa dominasi corak penulisan tafsir al-Qur’an secara leksiografis (lughawi) tampak lebih menonjol. Tafsir karya shihab al-Din al-khafffaji (1659) memusatkan perhatian pada Analisa gramatika dan Analisa sintaksis atas ayat-ayat al-Qur’an. Juga karya al-baydawi (1286), yang hingga sekarang masih dipergunakan di pesantren-pesantren, memusatkan perhatiaan pada penafsiran al-Qur’an corak leksiografis seperti itu.
Copyrights © 1991