Tujuan: Untuk mendeskripsikan terkait gambaran riwayat pemberian ASI eksklusif dan MPASI pada batita stunting. Metode: Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sementara yang menjadi populasi penelitian ini yaitu seluruh batita stunting sejumlah 38 di wilayah kerja Puskesmas Tambusai Utara1 dengan teknik pengambilan total sampling. Hasil: Penelitian ini menghasilkan bahwasanya karakteristik responden dari 38 responden sebanyak 16 responden (42,1%) mayoritas batita stunting berada pada rentang usia 25-36 bulan, sejumlah 22 responden (57,9%) berat badan lahir mayoritas ≥2,5Kg, sejumlah 24 responden (63,2%) panjang badan lahir mayoritas ≤48, sebanyak 22 responden (57,9%) jenis kelamin responden mayoritas perempuan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa yang memperoleh ASI eksklusif pada batita stunting hanya 8 responden (21,1%) dan untuk riwayat pemberian MPASI sebagian besar responden yaitu 20 (52,6%) di berikan MPASI yang tidak sesuai hal tersebut terlihat dari ketepatan waktu, frekuensi, jenis dan porsi pemberian MPASI. Saran: sebagian besar batita stunting di Puskesmas Tambusai utara 1 tidak memperoleh ASI eksklusif dan pemberian MPASI yang tidak sesuai sehingga bagi tenaga kesehatan supaya bisa memberi pendidikan kesehatan mengenai pengetahuan ASI eksklusif dan MPASI guna mencegah stunting.
Copyrights © 2022