Pembangunan bandar udara baru dengan konsep aerotropolis di Kulon Progo telah menstimulus pembangunan dan mengubah wajah kawasan dari rural-oriented menjadi urban-oriented. Dampak negatif pertumbuhan yang cepat seperti munculnya fenomena urban sprawl perlu diantisipasi melalui perencanaan tata ruang yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya dukung berbasis kemampuan lahan pada penggunaan lahan eksisting dan rencana tata ruang. Metode yang digunakan untuk evaluasi daya dukung adalah matching criteria. Hasil analisis menunjukkan bahwa 56,13% wilayah Kulon Progo didominasi oleh kelas kemampuan agak rendah hingga rendah (kelas V-VIII) dengan faktor pembatas utama berupa lereng. Evaluasi keselarasan dengan penutupan/penggunaan lahan 2020 menunjukkan bahwa sebagian besar penggunaan lahan berada pada status selaras (S) dan selaras bersyarat (SB). Penggunaan lahan yang tidak selaras dengan daya dukungnya seluas 8.286,44 ha yang terdistribusi di bagian selatan. Sementara, evaluasi terhadap rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kabupaten Kulon Progo menunjukkan bahwa 57% rencana selaras dengan kemampuan lahan. Namun demikian, daya dukung lahan di Kulon Progo dalam kondisi yang cukup baik. Intervensi perencanaan perlu dilakukan untuk wilayah-wilayah yang memiliki status selaras bersyarat dan tidak selaras.
Copyrights © 2022