Penurunan ketersediaan air dan peningkatan kebutuhan air telah terjadi di Kabupaten Soppeng, hal ini disebabkan potensi air permukaan sebagai sumber air bersih yang semakin terbatas. Untuk menjamin keberlanjutan program penyediaan air bersih di Kabupaten Soppeng, perlu dilakukan kajian penyediaan air dengan pendekatan sistem, agar penyediaan air di Kabupaten Soppeng dapat berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis kendala yang dihadapi, kebutuhan program, dan kelembagaan yang berperan dalam penyediaan air bersih di Kabupaten Soppeng dengan metode Interpretative Structural Modeling (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk pelaksanaan program penyediaan air bersih, terdapat empat elemen kunci yang perlu diperhatikan yaitu kurangnya kapasitas kelembagaan, lemahnya tata kelola kelembagaan, ketersediaan air baku, dan peran Pemerintah Pusat (kementerian terkait).
Copyrights © 2022