Ungkapan pengunaan kata-kata maritim sudah tidak banyak diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam setiap ungkapan yang menggunakan kata-kata maritim. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa ungkapan-ungkapan yang menggunakan kata-kata maritim yang diperoleh dari nelayan. Teknik pegumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari, (1) observasi (pengamatan), (2) wawancara, dan (3) catat. Pendekatan yang digunakan dalam menganalisis data yaitu pendekatan semantik dengan menggunakan teori makna denotatif dan konotatif. Langkah-langkah teknik analisis data yang digunakan terdiri dari, (1) penerjemahan, (2) identifikasi, dan (3) interpretasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada empat makna denotatif dan konotatif. Makna denotatif tersebut, yakni: data (1) menggambarkan bahwa laut juga adalah kuburan dan seperti itulah kehidupannya; data (2) menggambarkan kerelaan nelayan menjadikan air sebagai kuburannya yang penting ada yang bisa dimakan oleh keluarganya; data (3) menggambarkan ketidakpedulian jika air juga menjadi kuburan; dan data (4) panggilan kepada angin agar datang membawa angin yang baik. Makna konotatif meliputi: data (1) berisi etos kerja para nelayan menjadikan air sebagai kuburannya yang penting ada yang bisa dimakan oleh keluarganya; data (2) menggambarkan kegigihan dan etos kerja nelayan yang rela mati di laut demi mencari rezeki agar keluarganya bisa makan; data (3) menggambarkan etos kerja dan pantang menyerah nelayan dengan segala bahaya yang dihadapi nelayan karena baginya ia tidak masalah jika harus mati di laut demi mencari rezeki; dan (4) menggambarkan harapan seorang nelayan agar segera datang kehidupan yang lebih baik. Kesimpulkan dari hasil penelitian ini bahwa ungkapan tersebut tidak hanya sekadar ungkapan tetapi ada yang bermakna sebagai penyemangat dan harapan.
Copyrights © 2022